Reza/Fauzan; Kaur Banjir Sungai Meluap, Salah Siapa ?
kaurpusaka.com I Bengkulu, Kaur- Sudah dua hari sejak sore Jumat (04/02/22) sampai dengan turunnya berita ini, Kabupaten kaur masih di guyur hujan. Cuaca saat ini masih terlihat mendung bercampur hujan/ gerimis.

Berbagai musibah terjadi seperti adanya jalan longsor di daerah pedesaan ulu tetap babat, jalan Kinal, Nasal dan sahung. Bahkan yang lebih menyedihkan, adanya rumah warga yang mengalami kebanjiran diakibatkan meluapnya air sungai.

Dikalangan publik tidak diam diri menyikapi tentang banjir yang sekarang ini kerap terjadi di kabupaten kaur. Kebanyakan dari cerita mereka mengatakan, ini sebabkan oleh adanya perkebunan sawit CBS. Penyerapan air di ulu sungai sudah kurang, sehingga sungai mengalami pendangkalan.

Hal ini diungkap salah satu pengawas kontrol sosial yang kesehariannya seorang jurnalis Reza. Menurutnya banjir ini disebabkan adanya perkebunan sawit di kabupaten kaur. Dengan adanya perkebunan, penyerapan sungai berkurang bahkan sungai mengalami pendangkalan, ujar Reza (06/02/22).
Lanjut Reza, lebih parah lagi bahwa perkebunan sawit di kabupaten kaur, tidak lagi memakai rumus DAS. Buktinya banyak perkebunan sawit melanggar itu, yang kurang dari 100 dan 50, marah Reza.

Dalam tutupnya walau agak geram Reza, dengan nada kesal mengatakan, anehnya hasil sidak DPRD Kaur, Pemda Kaur melalui instansi terkait, tidak ada temuan, padahal sangat jelas ada pelanggaran DAS. Inila akibatnya, kaur pasti akan mengalami banjir. Seharusnya pejabat kita harus sadar itu, untuk generasi yang akan datang, kita tinggalkan kebaikan yang berorientasi panjang, jangan kenikmatan hanya dihitung untuk diri sendiri, linang air mata Reza.

Hal senada dikatakan LSM LT-KPSKN PIN RI Fauzan, yang berdomisili di wilayah kecamatan tetap kabupaten kaur mengakui bahwa sejak adanya PT perkebunan sawit di kaur khususnya di kecamatan tetap, di daerah ulu tetap sering banjir, kami yakin ini disebabkan perkebunan sawit, terang Fauzan (06/02/22).

Kedua tokoh kaur ini, berharap kepada pemerintah di era kepemimpinan Bupati kaur H. Lismidianto, SH., MH., Untuk dapat mendengar, menampung dan mengakomodir, jika dimungkinkan banjir disebabkan perkebunan sawit untuk dilakukan relokasi secepat mungkin sebelum terjadi musibah yang lebih. Memperbaiki sistem yang ada, baik administrasi dan penghijauan di lingkungan DAS baik kecil maupun besar.
(Red/Yayan)