LSM Lippan Jaya dan LT-KPSKN PIN RI, Sorot Proyek Mangkrak Tj Dalam.
Kaurpusaka.com I Bengkulu, Kaur- Jumat, (07/01/22) LSM Lippan Jaya dan LT-KPSKN PIN RI melakukan investigasi terkait informasi dugaan proyek pembangunan plat duicker desa Tanjung dalam kecamatan tetap kabupaten kaur, "mangkrak".

Pembangunan plat duicker ini bersumber dari dana desa tahun anggaran 2021 sebesar Rp 81.127.600,-.
Kepada awak media LSM LT-KPSKN PIN RI Fauzan, menuturkan bahwa proyek plat duicker tersebut belum selesai padahal sudah menginjak bulan Januari tahun 2022, tegas Fauzan. (07/01/22)
"Berdasarkan informasi dari masyarakat desa setempat bahwa pembangunan plat duicker di desa Tanjung dalam kecamatan tetap kabupaten kaur yang Anggarannya dari dana desa tahun 2021, belum selesai. Ini ada apa, bukankah tutup buku tahun 2021 berakhir pada tanggal 31 Desember 2021".

Sambung Fauzan, ini harus diperjelas oleh kades Tanjung dalam (Marzuki), kenapa belum selesai. Kemana uangnya, jangan-jangan uangnya sudah dicairkan semua tapi pekerjaannya tidak selesai. Wajar kami menduga ada dugaan korupsi di kegiatan ini. Dalam waktu dekat, agar masyarakat tidak terpancing opini yang tidak baik, maka perlu dikaji secara hukum agar mendapat kepastian hukum, kami tidak segan-segan akan membawa ini ke ranah hukum, tutup Fauzan.
Sementara itu ketua DPC LSM Lippan Jaya Kabupaten Kaur Asep Rianto, saat diminta komentarnya melalui via telpon terkait mangkraknya pembangunan plat duicker desa Tanjung dalam kecamatan tetap kabupaten kaur mengatakan, hal mustahil pekerjaan yang tahun 2021 sudah menginjak tahun 2022 pekerjaannya belum juga selesai. Ini patut dipertanyakan. Jika itu disebabkan gangguan alam, harus ada alasan secara otentik. Saya sependapat apa yang dikatakan oleh LSM LT-KPSKN PIN RI, agar tidak bias biarlah penegak hukum yang mengkajinya, terang Asep. (07/01/22).

Dari pantauan awak media, proyek plat duicker tersebut memang belum selesai, nampak dari pantauan di lapangan material batu koral yang kemungkinan digunakan bahan cor plat duicker juga besi batang yang digunakan nampaknya ada dua jenis besi sepertinya besi 10 dan 12. Dinding (abutment) pada plat duicker belum dipasang atau dibuat namun potongan besi sudah di cor dengan potongan ada dua jenis.
Masih menurut awak media dari pantauan di lapangan, juga terlihat proyek plat duicker jauh dari kerapian dengan istilah lebih dikenal dengan kata "sponingan".
Pembangunan plat duicker juga terletak pada proyek pengupasan jalan yang bersumber dari dana desa Tanjung dalam kecamatan tetap kabupaten kaur tahun anggaran 2021 sebesar Rp 150.720.000,-. Proyek pengupasan sekaligus pembuatan penggalian Siring dengan volume 1050 M kubik. Untuk pengupasan jalan dan galian Siring, menjadi pertanyaan bagi publik. Berapakah dalam dan lebar galian Siring tersebut. Padahal sebagian kiri kanan jalan tidak terdapat galian Siring.
Berkaitan hal di atas, awak media mengkonfirmasi kepala desa Tanjung dalam Marzuki, melalui via telpon. Beliau menjelaskan bahwa memang benar jalan plat duicker belum selesai dengan alasan pekerjanya lagi panen padi. Sementara Marzuki juga membenarkan bahwa uang proyek plat duicker tersebut sudah cair semua.
Ini menjadi pertanyaan besar bagi pablik mengenai administrasi laporan pertanggungjawaban keuangan desa Tanjung dalam. Bukankah uangnya sudah cair semua, artinya laporan pertanggungjawaban keuangan desa Tanjung dalam mengenai plat duicker 100% selesai. Tetapi pada kenyataannya berdasarkan keterangan Kedesnya sendiri menyatakan bahwa benar pekerjaan plat duicker belum selesai. Kepada penegak hukum, kalaupun langkah yang dilakukan oleh kepala desa Tanjung dalam tersebut benar, maka akan menjadi contoh bagi kades yang lain tetapi jika salah, patutlah diproses secara hukum.
(Yayan)