Percepat Program Strategis, Kadisdik Kaur Ikuti Rakorda Pendidikan se-Provinsi Bengkulu
Kaurpusaka.com Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur, Lisarmawan, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Program-Program Pendidikan Tahun 2026 yang digelar di Grage Hotel Horizon, Kota Bengkulu, Selasa (02/09/2026).
Rakorda tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu beserta jajaran terkait.
Tujuan utama Rakorda ini adalah untuk menyamakan persepsi dan mempercepat implementasi program-program strategis pendidikan di tingkat daerah. Adapun fokus pembahasan meliputi peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses layanan pendidikan, serta optimalisasi penyerapan anggaran pendidikan tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Lisarmawan menyampaikan sejumlah prioritas yang menjadi tantangan di Kabupaten Kaur. Ia menekankan pentingnya percepatan rehabilitasi sekolah, pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, serta peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, khususnya di wilayah 3T.
“Kami di Kaur berkomitmen mendukung penuh program percepatan dari Provinsi. Tantangan kita masih pada infrastruktur sekolah dan distribusi guru. Melalui Rakorda ini kami berharap ada sinergi anggaran dan program yang lebih terarah,” ujar Lisarmawan.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam Rakorda juga memaparkan target capaian pendidikan tahun 2026. Di antaranya peningkatan angka partisipasi sekolah, penguatan pendidikan vokasi, dan digitalisasi pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu juga meminta seluruh kabupaten/kota untuk segera menyusun rencana aksi daerah, agar program pusat dan provinsi dapat berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel.
Dengan keikutsertaan Kabupaten Kaur dalam Rakorda ini, Dinas Pendidikan Kaur berharap program-program prioritas tahun 2026 dapat segera dieksekusi. Koordinasi lintas daerah dinilai penting agar tidak ada ketimpangan layanan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Bengkulu.
(Editor: Tasman)